Crowdsurf di Kamar Gelap Fest. Photo credit: Ahyas Budi

Kamar Gelap Fest berhasil digelar dengan apik dan rapi. Sekalipun tidak diselenggarakan dalam skala yang besar, sangat lumrah jika pergelaran ini meninggalkan kesan tersendiri bagi audience-nya. Acara ini mungkin memang sudah diantisipasi banyak orang sejak awal pembukaannya melalui rangkaian Road to Kamar Gelap Fest yang dimulai sebulan sebelumnya. Sejak event Road to-nya terselenggarakan, cuilan-cuilan informasi tentang siapa-siapa saja yang akan mengisi kelas dan panggung Kamar Gelap Fest beredar dengan cepat. Mungkin ini adalah strategi tim produksinya untuk memancing rasa penasaran khalayak sampai mereka merilis pernyataan resmi.

Line up Kamar Gelap Fest tersusun dengan menarik. Melalui pamflet resmi yang disebarkan sejak…


Peserta kelas sound engineering keliling beserta panitia dan pemateri

Sudah cukup lama sejak terakhir kali Sastro Socialhouse menjadi tempat geliat seni, khususnya untuk pemuda Kepanjen. Acara terakhir yang resmi diadakan di Sastro adalah “Takut Ketinggian”, acara yang didapuk menjadi awal dari pergerakan yang cukup ambisius dalam skala Kepanjen. Namun nyatanya, sejak saat itu tidak banyak pergerakan berarti, mungkin banyak pelakunya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Hal ini tentu bikin khawatir, bisa saja semangat yang dibangun lewat “Takut Ketinggian” hilang dengan begitu mudahnya. Untungnya beberapa waktu lalu Sastro mengumumkan kabar baik, bahwa ia menjadi tuan rumah untuk kelas sound engineering keliling.

Kelas sound engineering keliling ini diprakarsai oleh dua vendor…


Plakat Sastro Socialhouse

Sastro Socialhouse bukanlah warung kopi yang punya kaitan erat dengan sejarah perjalanan skena seni Kepanjen. Jika kedai kopi seperti Amorfati terhubung secara mendalam dengan skena musik Hardcore Kepanjen beserta sejarah panjangnya, Sastro Socialhouse muncul dari antah berantah. Satu-satunya hubungan yang pernah terjalin antara Sastro dengan skena seni Kepanjen terjadi sekitar tahun 2010–2014-an. Pada masa ini, bangunan Sastro masih dipergunakan untuk studio musik rentalan yang tidak terlalu populer di kalangan musisi Kepanjen, Cozy Music Studio. Pemilik Cozy, yang juga merupakan pemilik Sastro sekarang, bukanlah orang yang banyak atau bahkan tidak sama sekali, dibicarakan ketika skena seni Kepanjen dibahas. …


Neon box Amorfati

Skena Musik Hardcore memiliki sejarah yang panjang di Kepanjen. Bila dihitung, skena ini sudah berumur satu dekade, dan angka ini masih terlihat menjanjikan untuk terus berkembang. Untuk bisa mencapai umur sepanjang ini, tentunya diperlukan banyak hal yang mendukung eksistensi skena Musik Hardcore Kepanjen. Keberadaan ruang adalah salah satu hal yang paling penting dalam skena, ia menjadi tempat interaksi antara pelaku seni, penikmat, dan pelaku-pelaku yang berkepentingan di dalamnya. Setelah berkali-kali mengalami perpindahan dan pergantian, skena hardcore Kepanjen kini memiliki ruang interaksi paling baru, Amorfati, sebuah kedai kopi yang terletak di sebelah timur kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Resmi beroperasi mulai…


Sulit untuk merumuskan identitas musikal suatu wilayah karena keberagaman musisi di dalamnya, begitu pula dengan Kepanjen. Kendati banyak melahirkan musisi-musisi dengan karakter musik yang tegas, perumusan identitas musikal ini tetap cukup merepotkan untuk dilakukan karena tidak ada satu kata tetap yang dapat menjelaskan ragam musik dalam spektrum ketegasan ini tanpa mereduksi detail-detail kecil yang sering kali terlalu penting untuk dikesampingkan. Di tengah arus musikal yang tegas ini, Adi Alam muncul dengan musik yang sama sekali baru. Tidak hanya secara musikal, Adi Alam tampil dengan format yang mungkin masih asing bagi muda-mudi Kepanjen, solois.

Lahir dan besar di Kepanjen, Adi Alam…


“Sudah lama sejak Kepanjen terakhir kali melahirkan musik metal lewat musisi-musisinya. Kemunculan Osborn di tengah kealpaan ini tentunya merupakan oase di dalam gersangnya karya metal di Kepanjen. Tidak hanya sekadar muncul dan memecah kekosongan, Osborn hadir dengan bentuk yang sama sekali berbeda dari pendahulu-pendahulunya.”

“Won’t Surcease” disebut oleh Osborn sebagai perpaduan dari berbagai spektrum musik metal hingga hardcore, metallic hardcore, begitu sebut mereka secara sederhana. Osborn menaruh kepercayaan yang besar pada “Won’t Surcease” mengingat ia dipakai untuk mendeklarasikan kedirian yang baru bagi lima personilnya, dari Our Chance menjadi Osborn. Secara musikal, single ini sebenarnya tidak berbeda dengan single-single yang telah…


Sebagai salah satu gudang musisi hardcore, Kepanjen tidak pernah berhenti memberi kejutan. 13 November 2020 “Something Wrong in Your Head” lahir melalui tangan kreatif Time Apart, sebuah hal yang dinantikan HC kids Kepanjen. Penantian ini lumrah terjadi karena Time Apart sedari lama sudah menjadi band yang reputable di Kepanjen, selain itu memang tidak banyak rilisan yang beredar dari musisi Kepanjen pada tahun ini. Kejutan tidak berakhir begitu saja setelah Time Apart merilis single baru ini. …


Tembok di sebelah utara Lapangan Bangsri, dekat Pabrik Gudang Baru, mendadak berwarna biru muda. Tembok yang panjangnya hampir 100 meter ini sebelumnya dipenuhi graffiti dan mural dengan berbagai macam warna. Graffiti dan mural yang sempat memenuhi tembok Lapangan Bangsri adalah karya dari berbagai macam writers yang ikut dalam acara bombing yang dulu diadakan Kuli Urban. Rasa sedih muncul saat melihat karya-karya tersebut diblok hingga tak terlihat lagi sedikitpun gambar yang mengekspresikan kedirian writer-nya. Kesedihan itu langsung hilang saat muncul informasi bahwa tembok tersebut ternyata sengaja diblok oleh Kuli Urban untuk digambar kembali di acara yang sedang Kuli Urban persiapkan.

Gangbang…


Photo Credit: Bima Saputra

“Tidak ada kata seharusnya dalam usaha mencapai kebahagiaan. Tidak perlu ada standar yang harus dikejar, tidak perlu ada perbandingan dengan realitas di luar, tidak perlu ada rumusan-rumusan yang rumit dan mewah. Satu-satunya standar yang berlaku adalah kebahagiaan itu sendiri, kebahagiaan yang sementara, yang definisinya bisa berubah-ubah, yang akan menuntun kita pada hal-hal baru seiring perubahan tersebut.”

Dua hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk merumuskan “Takut Ketinggian”, sebuah acara musik kolektif yang persiapannya kacau balau. Bayangkan, acara ini lahir dari guyonan lewat tengah malam di warung kopi yang jam operasionalnya hanya sampai jam 23.30, penentuan siapa-siapa yang bakal main dilakukan saat…

Restoration Club

Kolektif dan media pengarsipan pergerakan seni muda-mudi Kepanjen, Kab. Malang | IG: @restorationclub.kpj

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store